>>MSCI – Two additions to MSCI Indonesia: Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) and Kalbe Farma (KLBF). Estimated buying volume for CPIN is 43.5mn shares, for KLBF is 133mn shares.>>>
"إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ وَءَاتَيْنَهُ مِن كُلِّ شَىْءٍۢ سَبَبًۭا فَأَتْبَعَ سَبَبًا Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan." (QS. AL KAHFI:84-85)
>> Saham Agung Podomoro Dilepas Rp365 per Unit >>> INDY: After mkt close the major shareholders placed out a USD 200m block of stock, or about 10% of cap at 3675 (range 3600-3725) at a 5.7% discount. The placement was said to be 3X subscribed to.

My Family

Minggu, 29 Maret 2009

NPL Kartu Kredit Sudah Tak Aman

Jakarta - Rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) kartu kredit mencapai 10,92 persen di akhir tahun 2008. Dengan tingkat NPL sebesar itu, membuat pengucuran kredit konsumsi melalui kartu kredit sudah tidak aman lagi.

Demikian disampaikan Pengamat Perbankan dari The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sri Yani Kusumastuti, di sela-sela diskusi Kinerja Ekonomi dan Keuangan, di kantor IEI, Jakarta, Minggu (29/3/2009).

"Kredit konsumsi cukup baik kecuali untuk kartu kredit yang NPL-nya mencapai 10,92 persen. Ini sudah tidak aman, karena berdasarkan acuan Bank Indonesia (BI) rata-rata NPL keseluruhan harus dibawah 5 persen," ujarnya

Menurut Sri Yani, NPL kartu kredit melonjak tajam seiring krisis keuangan global. Kini bahkan NPL kartu kredit ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kredit konsumsi lainnya.

Ditambah lagi, strategi pemasaran kartu kredit saat ini sudah sangat agresif sehingga memberikan banyak kemudahan mendorong masyarakat menjadi lebih konsumtif. Akibatnya, intensitas debitur menggunakan kartu kredit pun semakin tinggi.

"Sekarang buat kartu kredit mudah. Dicegat di mal-mal langsung sudah jadi," tuturnya.

Di sisi lain, lanjutnya, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga BBM belum sepenuhnya pulih. Selain itu, karena dampak krisis ekonomi global, penggunaan kartu kredit menjadi meningkat.

"Karena krisis, banyak yang menggunakan kartu kredit dibandingkan uang cash," ujarnya.

Untuk itu Sri Yani menegaskan, perbankan harus lebih selektif dalam menerbitkan kartu kredit untuk menghindari peningkatan NPL lebih tinggi. more...

Jababeka Siapkan Capex Rp 1 Triliun di 2009

Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menyiapkan belanja modal (capex) hingga Rp 1 triliun pada 2009. Perseroan akan memfokuskan pada pembangunan kawasan Jababeka Bekasi, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Jababeka Tbk SD Darmono saat dihubungi detikFinance, Sabtu (28/3/2009).

"Capex tahun ini diperkirakan Rp 1 triliun, sebanyak US$ 56 juta untuk Bekasi Power sisanya untuk infrastruktur dan bangunan," imbuhnya.

Darmono menjelaskan, pada tahun 2009 Jababeka akan berkonsentrasi dalam penyelesaian Bekasi Power, yang jumlahnya cukup signifikan dari total capex yang disiapkan di 2009.

"Untuk Bekasi Power US$ 56 juta itu setara dengan Rp 600 miliar," imbuhnya.

Selain itu pihaknya masih akan terus melakukan penyelesaian pembangunan Medical City, Indonesia Movieland, Sport City, Rusunami, Kawasan Industri tahap 3, Dryport dan perumahan kelas menengah di daerah Golf.

Sementara perluasan Education Park untuk pengembangan President University, International Schools dan Research Center masih terus dilakukan dan pembangunan interchange Km 34 pintu tol Jababeka Lippo.

"Untuk saat ini kita masih konsentrasi dengan proyek-proyek tadi," jelasnya.

Barito Rugi Bersih 2008 Rp 3 Triliun

Jakarta - PT Barito Pacific Tbk membukukan rugi bersih yang maha besar Rp 3,399 triliun sepanjang tahun 2008. Perusahaan milik pengusaha Prajogo Pangestu ini juga mencatat lonjakan pendapatan hingga Rp 18,322 triliun.

Barito yang semula berbasis di industri kayu kini lebih fokus ke industri kimia setelah melakukan akuisisi Tri Polyta Indonesia dan Chandra Asri dan kini memiliki aset triliunan rupiah.

Dalam laporan keuangan 2008 yang diaudit kantor akuntan publik Osman Bing Satrio seperti dikutip Sabtu (28/3/2009) terdapat lonjakan pendapatan yang luar biasa di 2008 dibanding tahun 2007.

Barito mencatat pendapatan tahun 2008 sebesar Rp 18,322 triliun yang melonjak 5.352% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 336,850 miliar.

Namun besarnya pendapatan itu diikuti juga oleh tingginya beban pokok penjualan yang mencapai Rp 19,377 triliun yang naik tajam dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp 251,922 miliar.

Barito mencatat rugi usaha di tahun 2008 hingga Rp 1,841 triliun dibandingkan tahun 2007 yang rugi usaha sebesar Rp 41,884 miliar.

Perusahaan juga mengalami rugi kurs yang melambung hingga Rp 440,812 miliar dibandingkan tahun 2007 yang untung kurs sebesar Rp 8,971 miliar.

Dengan pencapaian di atas, akhirnya Barito membukukan rugi bersih Rp 3,399 triliun yang membengkak dibandingkan tahun 2007 yang mencatat laba bersih sebesar Rp 44,533 miliar.

Barito hingga akhir Desember 2008 memiliki total aset Rp 17,243 triliun yang naik dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp 16,912 triliun.

HPE CPO April US$ 515/MT

Pemerintah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) Crude Palm Oil (CPO) untuk periode 1-30 April 2009 sebesar US$ 515 per metrik Ton

HPE CPO di bulan April ini lebih tinggi dibanding Maret 2009 yang sebesar US$ 480/MT.

Karena HPE CPO yang digunakan di bulan April masih di bawah US$ 700/MT maka pajak ekspor tidak ada alias nol.

HPE CPO baru itu tertuang dalam Permendah No 11/M.DAG/PER/3/2009 tertanggal 25 Maret 2009 dan berlaku mulai 1 April 2009.

Harga referensi tersebut ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang perdagangan dengan berpedoman pada harga CPO CIF Rotterdam.

Berikut HPE kelapa sawit, CPO dan produk turunannya periode 1-30 April 2009.
* Buah dan kernel kelapa sawit HPE US$ 221/MT
* Crude Palm Oil (CPO) HPE US$ 515/MT
* Crude Olein HPE US$ 578/MT
* Crude Stearin HPE US$ 424/MT
* Crude Palm Kernel Oil (CPKO) HPE US$ 512/MT
* Crude Kernel Stearin HPE US$ 512/MT
* Crude Kernel Olein HPE US$ 512/MT
* RBD Palm Oil HPE US$ 588/MT
* RBD Palm Kernel Olein HPE US$ 554/MT
* RBD Palm Kernel Stearin HPE US$ 764/MT
* RBD Palm Stearin HPE US$ 434/MT
* RBD Palm Kernel Oil HPE US$ 539/MT
* RBD Palm Oil HPE US$ 557/MT
* Biodiesel dari Minyak Sawit HPE US$ 613/MT

Sementara Berdasarkan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.011/2008 tentang penetapan barang ekspor yang dikenakan bea keluar dan tarif bea keluar, maka diputuskan bea keluar baru.

Terhadap penetapan dan pengenaan tarif bea keluar terhadap barang ekspor berupa kelapa sawit dan CPO dan produk turunannya, maka berlaku ketentuan:
* Untuk harga referensi hingga US$ 700 per ton, maka tarif bea keluarnya adalah 0%
* Untuk harga referensi US$ 701-750 per ton, maka bea keluarnya adalah 1,5%
* Untuk harga referensi US$ 751-800 per ton, maka bea keluarnya adalah 3%
* Untuk harga referensi US$ 801-850 per ton, maka bea keluarnya adalah 4,5%
* Untuk harga referensi US$ 751-900 per ton, maka bea keluarnya adalah 6%
* Untuk harga referensi US$ 901-950 per ton, maka bea keluarnya adalah 7,5%
* Untuk harga referensi US$ 951-1.000 per ton, maka bea keluarnya adalah 10%
* Untuk harga referensi US$ 1.001-1.050 per ton, maka bea keluarnya adalah 12,5%
* Untuk harga referensi US$ 1.051-1.100 per ton, maka bea keluarnya adalah 15%
* Untuk harga referensi US$ 1.101-1.150 per ton, maka bea keluarnya adalah 17,5%
* Untuk harga referensi US$ 1.151-1.200 per ton, maka bea keluarnya adalah 20%
* Untuk harga referensi US$ 1.201-1.250 per ton, maka bea keluarnya adalah 22,5%
* Untuk harga referensi lebih dari atau sama dengan US$ 1.251 per ton, maka bea keluarnya adalah 25%.

Business Times Palm futures to move within narrow range

Palm futures to move within narrow range

Crude palm oil (CPO) futures prices on Bursa Malaysia Derivatives are expected to move within a narrow range next week, tracking the performances of crude oil and soyaoil prices on the Chicago Board of Trade, dealers said.

Soyaoil and palm oil compete for the same export destinations and their prices often move in tandem.

A dealer said for the week just ended, sentiment was generally quiet and the fundamentals were not expected to change next week as the players would adopt a wait-and-see attitude in anticipation of the release of palm oil exports data for March next week.

Cargo surveyors Intertek Testing Services and Societe Generale de Surveillance would release their forecast figures next Tuesday.

"For the time being, players will hold their positions as prices have reached the major resistance level last Thursday. They will wait for other opportunities if the benchmark contract breaks RM2,200 convincingly," he said.

Another dealer said the CPO futures price had lost more than half from a record RM4,486.

However, he said, a recent rebound saw it closed at its highest level in nearly six months on the back of higher crude oil prices and lower palm oil stocks.

"For next week, most traders expected a downward bias with trading set to be range-bound, with the support level at RM1,900 and resistance at RM2,200," he said.

On a Friday-to-Friday basis, the CPO futures contract for April 2009 delivery increased RM32 to RM2,112 per tonne while May 2009 advanced RM15 to RM2,050 per tonne.

June 2009 contract rose by RM5 to RM1,990 and July 2009 surged RM75 to RM1,997 per tonne.

Turnover for the week fell to 68,221 lots from 90,230 lots last week.

Open positions declined to 90,494 contracts on Friday from 92,396 contracts recorded at the end of last week.

Of the physical market, April South was traded at RM2,150 per tonne from RM2,100 per tonne previously. -- Bernama

Yahoo! Finance: Top Stories

Reuters: Business News

Insider Stories

CNBC Top News and Analysis

» Ekobiz

The Wall Street Journal

AnggunTraders.com

Commodity Online Metals News

Britama.com

Palm Oil Prices

Commodities-Markets-The Economic Times

Detikfinance

BusinessWeek.com -- Top News

Palm Oil HQ Daily Update

Business Times : marketwatch

VIVAnews - BISNIS

The Star Online: Business

Inilah.com -

Latest financial news - CNNMoney.com

Tempointeraktif.com - Bisnis

ChinaDaily > bizchina

Sindikasi economy.okezone.com

Commodity News

Bursa Rumor - Tempatnya Investor Saham Cari Berita

Financial Times - Financial markets news

Hellenic Shipping News

ANTARA - Ekonomi & Bisnis

Industrial Metals & Minerals Industry News

Republika Online - Ekonomi

Yahoo Commodities News