Kunci berinvestasi
q Pengalaman panjang di kredit pensiunan. Perseroan merupakan bank berskala menengah, berdasa! rkan aset , yang konsisten melayani pensiunan selama lebih dari 50 tahun. Perseroan memiliki jumlah nasabah lebih dari 500.000 orang, yang dilayani melalui 481 outlet di berbagai wilayah Indonesia. Disamping memberikan layanan pembayaran dana pensiun, Perseroan juga menawarkan fasilitas kredit kepada mereka. Per Des 2009, Perseroan membukukan total kredit pensiunan sebesar Rp13.0triliun, mencakup pangsa pasar 25%. Dalam periode 2006 – 2009, kredit pensiunan Perseroan telah tumbuh sebesar 40.1% CAGR,.
q Bank dengan kinerja terbaik. Sepanjang tahun 2009, Perseroan tercatat sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik di industri. Hal ini antara lain tercerm! in dari N IM sebesar 12.2%, tertinggi dibandingkan bank lain. Sementara NPL, berhasil dijaga pada tingkat 0.5%, membuktikan kualitas aktiva yang baik yang dimiliki Perseroan.
q Pendanaan yang kuat. Masuknya Texas Pacific Group S.a.r.l sebagai pemegang saham mayoritas, berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Perseroan , sebagaimana tercermin dari peningkatan DPK sebesar 53.4% CAGR selama periode 2006 – 2009. Disamping DPK, Perseroan juga ditunjang oleh pendanaan dari penerbitan obligasi, yang mulai secara rutin dilakukan dan memiliki peran penting sebagai sumber pendanaan jangka panjang Perseroan.
q Mikro sebagai mesin penggerak bisnis Perseroan ke depan. Seiring dengan visi Perseroan, sejak tahun 2008, Perseroan telah melebar! kan sayap bisnisnya memasuki bisnis perbankan mikro. Dengan total investasi sekitar Rp300miliar kredit mikro Perseroan tercatat sebesar Rp2.3triliun per Des09. Perseroan bahkan telah mencapai break even point atas total investasi pada Okt 2009. Perseroan mentargetkan pertumbuhan kredit mikro sebesar 100% y-o-y pada tahun 2010, sehingga diharapkan dapat meningkatkan NII Perseroan hingga 40% y-o-y. Kredit mikro diproyeksikan akan mencakup 30% dari total kredit Perseroan dalam 2-3 tahun mendatang.
Risiko yang dihadapi
q Ketatnya persaingan di segmen KPR. Persaingan di segmen KPR semakin ketat, sehingga dikhawatirkan dapat menggerus pangsa pasar BTN. Namun pengalaman Perseroan yang sangat panjang di segmen ini, khususnya di ! segmen KP R bersubsidi diperkirakan akan dapat mengurangi risiko ini.
q Kondisi perekonomian makro yang kurang mendukung. Kondisi perekonomian makro yang kurang mendukung dapat menyebabkan peningkatan kredit bermasalah (NPL). Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan proses kredit yang lebih keta! t, termasuk proses penilaian terhadap jaminan.
My Family
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar